Sebenernya aku baru kenal sambel ini setelah tinggal di Solo. Jaman dulu waktu tinggal di kost, sering beli sarapan di budhe2 yang jualan semusim thok. (Khusus musim sarapan, klo siang / malam ga jualan. Ga tau tuch alasannya apa. Sampai sekarang aku belum sempat nanya). Nah, menunya simple2, kayak bubur terik, gudangan (urap), oseng soun, dan tentu saja sambal tumpang.  Pertama jumpa ga kebayang rasanya kayak apa, dari penampilan dan waktu nanya sama yang jualan, katanya sich bahan dasarnya dari tempe bosok (busuk). Aduh ga banget dech. Sampai akhirnya kemarin aku nemu resep sambal tumpang di buku resep. Aku pikir, mungkin kalau bikin sendiri jadi doyan, toh aku ga ada pantangan sama tempe semangit (biasa bwt lodeh, tumis kangkung). Ternyata bener, rasanya gimana ya... kalo kata aku sich sedep. Apalagi makan sama  gudangan. Mantap dech. So, bwt sista yang belum nyoba karena ragu lihat tampilannya. Coba dech masak sendiri, rasakan sensasi tempe semangitnya... hhhmmmm...... :-)

Bahan :
  • 2 ons tempe semangit ( tempe yang lanjut usia/setengah busuk)
  • 2 ons daging sapi (tetelan)
  • 1/2 ons krecek (krupuk kulit/rambak)
  • 10 mata petai
  • 2 ruas jari kencur
  • 3 siung bawang putih
  • 6 bh bawang merah
  • 10 bh cabe merah keriting
  • 5 bh cabe rawit
  • 2 lbr daun jeruk purut
  • 2 lbr daun salam
  • 2 cm lengkuas
  • 500 ml santan sedang
  • 3 sdt gula pasir (sesuai selera)
  • 1 sdt garam (sesuai selera)
  • 1 sdt kaldu bubuk

Cara Membuat :
  • Didihkan air, garam. Masukkan daging sapi tetelan, Rebus hingga empuk.
  • Masukkan tempe, bawang merah, bawang putih, semua cabe, lengkuas, kencur, daun jeruk, daun salam, masak hingga semua matang.
  • Angkat dan haluskan semua bahan yang sudah direbus (kecuali daging, daun jeruk, daun salam, lengkuas).  
  • Masukkan kembali bahan yang sudah dihaluskan, beri santan, didihkan kembali, masukkan petai, krecek, gula, kaldu bubuk. Masak hingga mengental.
  • Cicipi, angkat. 
  • Sambal tumpang siap dihidangkan.  

 

0 komentar:

Poskan Komentar